Welcome to Pembicara Anti Riba Page

Monday - Friday : 8:00 AM to 7:00 PM

 

KORANJURI.COM – Trading Invoice, sebuah aplikasi bisnis to bisnis baru baru ini di luncurkan oleh Didik Mulato, selaku Direktur utama Trading Invoice . Di Indonesia aplikasi bisnis seperti ini memang belum banyak di kenal, tetapi di luar negeri khususnya di negara negara maju, Trading Invoice sudah menjadi trend bisnis.

Aplikasi star up yang di launching di seluruh kota di Indonesia oleh Tradiing Invoice menurut Didik, adalah langkah awal mensosialisasikan kepada masyarakat perihal pinjaman modal tanpa jaminan sekaligus bebas riba. Melalui aplikasi Trading Invoice, pengusaha di pertemukan dengan investor untuk bertransaksi membayar produk barang yang mereka jual ke perusahaan perusahaan perseroan terbatas.

‘ Tetapi sebelum menalangi dana pembayaran milik perusahaan sebagai investasi, perusahan perseroan terbatas lebih dulu sudah memiliki MOu dengan Trading Invoice. ‘ Kata Didik dalam keteranganya

Hal itu dilakukan agar dana milik investor aman di investasikan sebagai dana talangan.

Didik mencontohkan, UKM yang menyetorkan hasil produksinya ke perseroan terbatas ( PT ) biasanya  di bayar dengan bayaran jatuh tempo.  Oleh karena itu, investor yang memiliki aplikasi Trading Invoice lebih dulu akan menalangi pembayaran produk UKM sebelum jatuh tempo. Hasil yang di dapat dari biaya talangan,  investor akan menerima komisi dari UKM.

Didik Mulato Direktur Trading Invoice saat memberikan keterangan di hadapan awak media/ Foto : Djoko Judiantoro: Koranjuri.com

Didik Mulato Direktur Trading Invoice saat memberikan keterangan di hadapan awak media/ Foto : Koranjuri.com

Besarnya komisi tidak di tentukan oleh investor, melainkan oleh UKM itu sendiri. Jika di rasa oleh investor nilai komisi yang didapat  dalam bertransaksi belum sebanding, maka invoice milik UKM bisa di tawarkan kepada investor lain lewat aplikasi Trading Invoice. Dengan tidak adanya keuntungan sepihak maka tidak akan ada riba, UKM juga tidak perlu memakai jaminan pinjaman.

Berapapun besarnya nilai investasi tidak menjadi soal, asalkan sesuai dengan kemampuan perusahaan yang di talangi. Trading Invoice hanya jasa penyedia aplikasi yang nantinya bisa di pasang di smartphone milik para pebisnis dan perusahaan.

Trading Invoice di paparkan Didik, seperti halnya aplikasi tranportasi online yang mempertemukan antara penumpang dengan mobil. Segala kemudahan bisnis bisa di peroleh melalui aplikasi Trading Invoice. Jika selama ini para pebisnis lebih mengutamakan cara konvensional mencari pinjaman modal usaha dari Bank, maka melalui aplikasi Trading Invoice peminjaman bisa di lakukan dengan sangat mudah dan tidak bertele tele.

Sejak  di rilis awal tahun 2017, sudah banyak investor yang bergabung dengan Trading Invoice. Rencananya Tahun 2018 Trading Invoice akan melebarkan sayapnya membangun kantor cabang di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan penyedian jasa aplikasi, Trading Invoice tidak hanya memudahkan para pebisnis dalam bertransaksi, tetapi juga akan menjadikan jasa usaha maju dan berkembang. Trading Invoice juga akan menjadi motivator bisnis lewat member.

Di harapkan melalui cara seperti itu, dalam rentan lima tahun penyedia jasa yang menjadi member akan terus meningkat produksinya.

‘ Dengan adanya peningkatan yang sangat drastic, perusahan yang menjadi member bisa go public ‘ Pungkas Didik Mulato dalam keteranganya. / Joko

 

sumber : http://www.soloraya.koranjuri.com



Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *